Melania Trump
| Melania Trump | |
|---|---|
| Ibu Negara Amerika Serikat | |
| Petahana | |
| Mulai menjabat 20 Januari 2017 |
|
| Presiden | Donald J. Trump |
| Didahului oleh | Michelle Obama |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Melanija Knavs 26 April 1970 Sevnica, Slovenia |
| Partai politik | Republik |
| Suami/istri | Donald J. Trump (m. 2005) |
| Anak | Barron Trump |
| Tempat tinggal | New York City, New York, A.S.
Washington, D.C., A.S. |
Ia lahir di Slovenia dan menjadi pemukim permanen Amerika Serikat pada tahun 2001 dan warga negara tahun 2006. Ia merupakan Ibu Negara kelahiran luar negeri kedua setelah Louisa Adams tahun 1825.
Daftar isi
Kehidupan awal
Laporan berita Voice of America
Ia dibesarkan di apartemen sederhana di Sevnica, Lembah Sava Hilir, Slovenia.[1] Ia memiliki seorang adik, Ines,[12] dan kakak tiri, Denis, yang belum pernah ditemuinya[13] dari hubungan bapaknya dengan istri sebelumnya.[6][14] Meski keluarga Melania berlatar belakang Katolik Roma, bapaknya tidak ingin ia menerima sakramen Baptisme dan Komuni Suci karena sudah memegang prinsip ateisme Marxis-Leninis; keputusan ini ditentang oleh para kerabatnya.[15] Melania kelak menikah di Episcopal Church of Bethesda-by-the-Sea dan menerima Komuni Suci pada Misa Tengah Malam saat perayaan Natal.[16][17]
Saat masih remaja, keluarganya pindah ke rumah dua lantai di Sevnica.[18] Saat menginjak bangku SMA, ia tinggal di apartemen di Ljubljana. Melanija bersekolah di Sekolah Desain dan Fotografi Sekunder di Ljubljana,[19] dan kuliah di Universitas Ljubljana selama satu tahun, lalu keluar.[20][21][22] Ia fasih berbicara dalam enam bahasa: Bahasa Serbia-Kroasia, Inggris, Perancis, Italia, Jerman, dan Slovenia.[23]
Karier dan imigrasi
Ia memulai karier modelnya pada usia 5 tahun dan menjadi bintang iklan pada usia 16 tahun.[24] Saat itu ia berpose untuk fotografer busana Slovenia, Stane Jerko.[25] Pada usia 18 tahun, ia direkrut oleh agen model di Milan, Italia.[26] Ia menjadi finalis kontes "Look of the Year" Jana Magazine tahun 1992 di Ljubljana; tiga pemenang utamanya mendapat kontrak model internasional.[6][27]
Melania Trump tahun 2011
Setelah pindah ke Amerika Serikat, ia tampil di sampul majalah Harper's Bazaar (Bulgaria), Ocean Drive, In Style Weddings, New York Magazine, Avenue, Allure, Vanity Fair (Italia), Vogue (setelah menikahi Donald Trump), dan GQ (Britania Raya).[31] Ia tampil sebagai model bikini di majalah Sports Illustrated Swimsuit Issue pada tahun 2000.[32][33] Ia pernah terikat kontrak dengan Irene Marie Management Group dan Trump Model Management milik DOnald Trump.[34]
Dengan mendaftar sebagai model yang "sangat terampil", Melania mendapatkan kartu hijau dan menjadi penduduk permanen sah pada tahun 2001 dan warga negara Amerika Serikat tahun 2006.[35][36][37]
Peran dalam Pilpres A.S. 2016
Melania mendukung kampanye presiden Donald Trump
Melania berpidato di Konvensi Nasional Partai Republik di Cleveland
Pada tanggal 18 Juli 2016, Melania berpidato pada hari pertama Konvensi Nasional Republik 2016. Pidato tersebut mengandung paragraf yang identik dengan paragraf dalam pidato Michelle Obama pada Konvensi Nasional Demokrat 2008.[45][46][47] Ketika ditanyai soal pidatonya, Melania mengatakan bahwa ia menulis pidatonya sendiri "hampir tanpa bantuan".[48] Dua hari kemudian, penulis staf kampanye Trump Meredith McIver mengaku bertanggung jawab dan meminta maaf atas kesalahan tersebut.[49]
Pada tanggal 1 September 2016, Melania melayangkan tuntutan hukum pencemaran nama baik terhadap tabloid asal Britania Raya, Daily Mail, dan narablog politik asal Maryland, Webster Tarpley, karena menuduh bahwa Melania pernah bekerja sebagai gadis panggilan di sebuah klub laki-laki di Italia pada tahun 1990-an. Tarpley dan Daily Mail menerbitkan ralat dan permintaan maaf.[50][51]
Ibu Negara Amerika Serikat
Melania Trump bertemu Ibu Negara Michelle Obama di Gedung Putih pada tanggal 10 November 2016
Dengan tinggi 1,8 meter, ia juga merupakan salah satu Ibu Negara tertinggi selain Michelle Obama dan Eleanor Roosevelt.[59]
Saat diwawancarai The New York Times pada tahun 1999 perihal tugasnya apabila Donald Trump menjadi presiden, Melania menjawab: "Saya akan bersikap sangat tradisional seperti Betty Ford atau Jackie Kennedy."[7] Tahun 2016, ia mengatakan kepada CNN bahwa fokus utamanya sebagai Ibu Negara adalah membantu perempuan dan anak-anak. Ia juga akan melawan perisakan siber, khususnya di kalangan anak-anak, karena ia sendiri berhenti menggunakan media sosial atas alasan penuh dengan "sentimen negatif".[60]
Lima hari sebelum pemilu, ia mengatakan kepada pendukung Trump di Pennsylvania: "Kebudayaan kita semakin kejam dan kasar, terutama kepada anak-anak dan remaja. Mengejek, merisak, atau menyerang anak perempuan atau laki-laki berusia 12 tahun bukan perilaku yang pantas. Keterlaluan sekali apabila perilaku seperti ini terjadi di taman bermain mereka. Tindakan tersebut jelas tidak dapat diterima apabila dilakukan oleh seorang anonim yang bersembunyi di Internet."[61] Mengenai perbedaan pendapatnya dengan pola komunikasi suaminya di Twitter semasa kampanye, Melania menjawab bahwa ia selalu menegurnya, tetapi "pada akhirnya ia selalu melakukan hal yang ia inginkan."[62]
Melania akan tinggal di Trump Tower bersama putranya, Barron, sampai akhir semester sekolah.[63][64]
Catatan
- ^ Louisa Adams, meski sebelum Melania merupakan satu-satunya Ibu Negara yang lahir di luar Amerika Serikat, adalah putri dari bapak asal Amerika Serikat (Joshua Johnson, Konsul Amerika Serikat di London) dan otomatis menjadi warga negara Amerika Serikat.[52][53] Melania Trump baru menjadi warga negara Amerika Serikat lewat proses naturalisasi pada tahun 2006.[54]



Tidak ada komentar:
Posting Komentar